Pages

Sabtu, 09 Juni 2012

Mengenal dan Merawat Mesin Turbo

Turbocharger menjadi alternatif terbaik untuk meningkatkan daya kuda yang bisa dihasilkan mesin, tanpa harus menambah bobot mobil. Selain itu, ukurannya yang kompak dan proses pemasangannya yang sederhana, membuat turbo juga populer di aftermarket.
Perangkat ini banyak digunakan mesin diesel maupun mobil performance. Di Indonesia, banyak model yang menawarkan perangkat ini, seperti Isuzu Panther, Ford Ranger, Mitsubishi L200 Strada dan Kia Carnival.
Prinsip kerja turbo, mengkompresi udara ke mesin untuk meningkatkan jumlah molekul oksigen yang masuk ke silinder. Tingginya molekul oksigen yang masuk mendorong tambahan pasokan BBM. Dengan demikian, lebih banyak BBM yang dibakar, hingga daya yang diproduksi meningkat.
Cara Kerja Mesin Turbo
Cara Kerja Mesin Turbo
Tekanan udara yang dikompresi bisa meningkat hingga 8 psi (pounds per square inch) dibandingkan tekanan normal. Bila tekanan normal di permukaan laut sebesar 14.7 psi, maka udara yang dikompresi mempunyai tekanan hingga 50% lebih tinggi. Namun tidak berarti power yang dihasilkan meningkat 50%. Karena ada sebagian daya yang hilang/inefisiensi. Peningkatan daya optimal turbo bisa 30 ? 40 persen lebih banyak.
Untuk melakukan kompresi, turbo memanfaatkan aliran gas buang dari mesin untuk memutar turbin, yang meneruskan putaran ke kompresor udara. Turbin ini bisa berputar hingga 150,000 putaran tiap menit (rpm) atau 30 kali putaran mesin mobil pada umumnya. Temperatur perangkat ini juga bisa melesat naik, ketika bersentuhan dengan gas buang. Dengan kondisi kerja seperti itu, turbo membutuhkan material berkualitas tinggi dengan pengerjaan super presisi.
Perangkat turbo dipasang pada exhaust manifold, sedangkan kompresor udara diletakkan diantara air filter dan intake manifold. Udara yang dikompresi, suhunya naik dan ketika suhu naik, udara akan memuai lagi. Akibatnya, meskipun tekanan udara yang masuk ruang bakar tinggi, tapi jumlah molekul udara yang dibutuhkan untuk pembakaran menjadi berkurang. Oleh karena itu, maka ditambahkan perangkat intercooler yang berfungsi menurunkan suhu udara kompresi.
Prinsip Mesin Turbo
Prinsip Mesin Turbo
Di sisi lain, penggunaan turbo juga menimbulkan kerugian pada mesin. Pemasangan turbin membuat aliran gas buang menjadi tidak lancar. Mesin juga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melawan tekanan balik dari saluran gas buang.
Selain itu gejala knocking/nglitik juga sering ditemui. Ini disebabkan karena udara kompresi yang bersuhu tinggi ketika masuk ke ruang bakar yang bertekanan tinggi, bisa memicu pembakaran sebelum busi memercikkan api. Oleh karena itu, mobil dengan perangkat turbo seringkali membutuhkan BBM dengan oktan tinggi, guna menghindari gejala knocking. Kini mesin-mesin modern yang dilengkapi turbo, sudah dilengkapi semacam adjuster yang bisa menyesuaikan kompresi udara secara presisi sesuai kebutuhan mesin.
Problem lain yang sering ditemui mobil dengan perangkat turbo adalah turbo lag. Kondisi ini terjadi karena turbo tidak bisa seketika menghadirkan tambahan daya saat gas ditekan (turbo baru bekerja pada putaran tertentu). Baru beberapa detik kemudian tambahan daya bekerja, ditandai dengan melonjaknya mobil ke depan.
Cara untuk meminimalkan efek ini adalah memangkas bobot komponen yang berputar. Ini membuat turbin dan kompresor lebih mudah berakselerasi untuk melakukan kompresi. Cara lainnya, dengan menggunakan material baru seperti ceramic turbine blades. Material baru ini lebih ringan dari baja, hingga lebih mudah berputar Efek ini nyaris tidak terasa pada mesin dengan teknologi turbo modern.
Kebanyakan turbocharger memiliki wastegate, semacam katup pengaman yang memungkinkan gas buang menerobos keluar tanpa melewati turbin. Katup ini bekerja berdasarkan sensor tekanan. Bila tekanan udara terlalu tinggi, berarti turbin berputar terlalu cepat, maka exhaust gas dibuang lewat wastegate, hingga rotasi turbin melambat.
Karena turbo bekerja pada kondisi temperatur, kecepatan dan tekanan tinggi, maka peforma optimum bisa didapat jika alat ini dioperasikan dan dirawat dengan benar. Kerusakan yang sering terjadi biasanya akibat buruknya lubrikasi, atau masuknya partikel abrasif pada oli. Sebab lain adalah lolosnya partikel berukuran besar pada aliran udara yang tersedot masuk. Juga benda-benda yang tersembur keluar dari exhaust, seperti kerak karbon, serpihan komponen mesin, dll berperan menimbulkan kerusakan.
Agar turbo bekerja sempurna, maka;
* Turbo harus di service sesuai rentang waktu yang direkomendasikan.
* Gunakan selalu oli yang direkomendasi produsen mobil
* Pilih bengkel yang benar-benar ahli dalam perawatan turbo
* Periksa setiap kebocoran oli, suara-suara aneh dan getaran yang tidak wajar.
* Power kurang, suara keras, asap biru atau hitam, kemungkinan mengindikasikan masalah pada mesin, bukan turbo
* Panaskan mesin beberapa saat, tunggu temperatur oli mesin mencapai suhu kerja optimal sebelum menggenjot pedal gas dalam-dalam untuk mengaktifkan turbo. Jangan memainkan pedal gas, karena kemungkinan lubrikan komponen turbo belum sempurna. Sebaliknya, biarkan mesin idle beberapa saat sebelum mesin dimatikan. Bila mesin dimatikan seketika, maka pasokan oli mesin ke turbo otomatis terhenti, sementara turbo masih berputar dengan kecepatan tinggi. Ini bisa menciderai bearing. Pada mesin-mesin dengan teknologi turbo terbaru, ritual seperti itu tidak perlu lagi

Sabtu, 28 April 2012

Bagian Utama Mobil

Engine / Mesin


Roda-roda suatu kendaraan memerlukan adanya tenaga dari luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak serta dapat mengatasi keadaan jalan,dsb. Sumber dari luar yang menghasilkan tenaga disebut mesin. Mesin merupakan alat yang merupah sumber tenaga panas, listrik, angin, air atau sumber tenaga lainnya menjadi tenaka mekanik. Mesin yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar (thermal engine).

Motor bakar ada beberapa macam. Mesin bensin, mesin diesel, mesin turbin dll, yang menghasilkan tenaga panas yang dihasilkan dari dalam mesin itu sendiri, disebut motor pembakaran dalam (internal combustion engine), contohnya mesin bensin, mesin diesel. Tenaga panas yang dihasilkan di luar dari mesin itu sendiri disebut motor pembakaran luar (external combustion engine), contohnya mesin uap.

Mesin yang tenaganya digunakan pada mobil harus kompak, ringan dan mudah ditempatkan pada ruangan yang terbatas. Selain itu mesin harus dapat menghasilkan kecepatan yang tinggi dan tenaga yang besar, mudah dioperasikan dan sedikit menimbulkan bunyi.

Pemindah Daya / Drive train
Pemindah daya (drive train) adalah sejumlah mekanisme yang memindahkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk menggerakan roda-roda kendaraan. Mekanisme yang termasuk kedalam pemindah daya diantaranya :
  • Kopling
  • Transmisi
  • Propeller Shaft/Drive Shaft
  • Diferential

Chassis

Sistem chassis meliputi suspensi yang menopang axle, kemudi untuk mengatur kendaraan, roda, ban dan rem untuk menghentikan jalannya kendaraan. Sistem chassis berpengaruh langsung terhadap kenikmatan berkendara, stabilitas dan lain sebagainya.

Electrical

Sistem kelistrikan digunakan untuk menghidupka mesin dan mepertahankannya agar tetap hidup, juga digunakan untuk melengkapi dalam body kendaraan. Termasuk sistem penerangan, sistem wiper dan komponen lainnya yang menjamin keamanan dan kenikmatan saaat berkendara.

Spesifikasi Mesin

Spesifikasi Mesin dapat dikategorikan menjadi beberapa tipe atau model, berdasarkan :

Susunan Silinder.

Tipe In-Line
















Silinder-silinder yang digunakan disusun dalam satu baris, tipe ini banyak digunakan karena konstruksinya sederhana.



Tipe V



Blok silinder berbentuk V. Tipe ini memungkinkan tinggi dan panjang mesin berkurang.




Tipe Horizontal Berlawanan


Silinder-silinder disusun horizontal dan berlawanan satu dengan yang lainnya. Susunan seperti ini dapat mengurangi tinggi mesin.



Mekanisme Katup

Mesing 4 Langkah mempunyai satu atau dua katup masuk dan katup buang pada setiap ruang bakarnya. Campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam silinder melalui katup masuk, dan gas bekas keluar melalui katup buang. Mekanisme yang membuka dan menutup katu-katup ini disebut mekanisme katup, Berikut beberapa contoh mekanisme katup:

Tipe Over Head Valve (OHV)



Mekanisme katup ini sederhana dan high reability. Camshaft di tempatkan pada blok silinder, dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm.

Tipe Over Head Camshaft

Pada tipe ini,camshaft ditempatkan di atas kepala silinder, dan camshaft langsung menggerakan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakan oleh poros engkol melalui rantai atau sabuk penggerak.

Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan tipe OHV, tetapi tidak menggunakan lifter dan push rod, sehingga berat bagian yang bergerak menjadi berkurang. Kemampuannya pada kecepatan tinggi cukup baik, karena katup-katup membuka dan menutup lebih tetap pada kecepatan tinggi.

Tipe Double Over Head Camshaft

Dua camshaft ditempatkan pada kepala silinder, satu untuk menggerakan katup masuk dan yang lainnya untuk menggerakan katup buang. Camshaft membuka dan menutup katup-katup secara langsung, tidak memerlukan rocker arm. Berat bagian yang bergerak menjadi berkurang, membuka dam menutupnya katup-katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi.

Konstruksi tipe ini sangat rumit,kemampuannya sangat tinggi dibandingkan tipe lainnya. Mekanisme katup DOHC menggunakan dua metode untuk menggerakan dua buah camshaftnya, yaitu :

Metode Pertama
Dua camshaft digerakan langsung dengan sebuah sabuk atau rantai, atau
Metode Kedua
Salah satu camshaft digerakan langsung dengan sabuk, yang lainnya digerakan oleh camshaft yang dihubungkan dengan sebuah roda gigi.

http://parts-accessories-tyt.blogspot.com/2011/02/bagian-utama-mobil.html

Template by : kendhin x-template.blogspot.com